Apa yang bisa dilakukan senja yang mencintai rembulan,
yang hanya di ciptakan untuk malam?
Kecintaan saya kepada mereka yang mencintai sastra adalah dengan wujud rasa kagum yang mungkin akan membuat saya sedikit tersenyum jika kata-kata sastra yang mereka gunakan itu can touch my heart (gak sedang lebai :p). Keindahan sastra terletak pada kumpulan kata-kata yang tak terbatas akan makna. Makna-makna yang terjalin secara simfoni akan melahirkan kumpulan makna yang menggetarkan qolbu hingga merasuki jiwa-jiwa yang penuh ambisi akan pesona SASTRA. (muahaha, mulai geje)
Yak! Sastra itu bagian dari seni, sastra itu kumpulan kata, kata-kata yang yang sampai ke hati dan membuat kita tergerak(kainda do something). Jadi sastra itu terbagi 2, ada yang imaginative dan ada yang non imaginative. Seperti halnya novel, drama, puisi, cerpen, biografi and menimoh! (kalo mo tau lebih, di buku-buku sastra saya banyak, penjelasannya rinci pula. Hihi). Eh! Blog juga loh, masuk karya sastraaaaa *takut di cium pake ujung sepatu*
Lalu jeng, ada nggak sih hubungannya antara orang yang romantis dengan karya sastra itu sendiri?
Seseorang yang romantis, belum tentu mampu menciptakan karya sastra yang indah(bahkan karya sastra, such as; poem, etc). We can call them fake romantic person.
Namun…Seseorang yang tidak romantis, terkadang mampu menciptakan sebuah karya sastra yang bisa dikategorikan dalam karya sastra yang indah. Maybe we can call them pretend person who doesn’t be romantic. (wow)
Welwelwel, pendapat orang-orang bisa berbeda-berbeda tentang romantis. Ada tuh orang yang dapat predikat romantis hanya karena sering bawa’in kekasihnya bunga, coklat, fulus, mobil, rumah.... (heaaaa, predikat tajerrr ini mah!), pendapat lain dari romantis yang sangat well-known tentunya ROkok, MakaN, graTIS. Entah siapa yang membuatnya, hmphmphmp
#saya mengajak teman-teman blogger untuk kembali melirik puisi di awal postingan ini#
#sudah belom?#
Nah, itu adalah sebuah karya dari seseorang(katanya buatan sendiri, hihi) yang mengaku nggak romantis. Karena dia ngirimnya lewat sms dan karena dia udah telanjur ngaku nggak romantis. Yowes, smsnya berbulan-bulan yang lalu itu saya balas disini aja. (biar berpuluh-puluh pasang mata dari para blogger menjadi saksi atas keromantisan saya, heaa heaa heaa! semoga dia nggak jadi baca :p)
Jika suatu saat nanti…Kedua mataku tak lagi mampu menikmati indahnya pelangi di malam hari, mengagumi senja di tengah mendung, dan memanjakannya bersama purnama di awal pagi…Lirihku padaMu…Biarkan pelangi, senja juga purnama menyampaikan rasa rinduku padanya…



