Tampilkan postingan dengan label Hoammeong^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hoammeong^. Tampilkan semua postingan

HOAMmeonggg

on Minggu, April 12, 2015
bismillah.

Kualitas film Indonesia dewasa ini, masih sangat jauh bila dibandingkan dengan kualitas film-film amerika, eropa bahkan beberapa Negara di asia(yaeyalah..). Kalaupun ada yang bagus, bisa dihitung jari. Banyak faktor yang menyebabkan Indonesia tidak mampu menciptakan film berkualitas. Panjanglah kalau harus membahasnya satu persatu. Saya, sebagai seorang manusia yang mengaku memiliki cukup waktu untuk menikmati film dari berbagai Negara, merasakan bahwa Indonesia sangat jauh tertinggal. Masih tentang film, tiap negara pasti punya ciri khas dari masing-masing film yang mereka sajikan, Indonesia juga tidak ketinggalan dong.. misalnya, selalu ada kutipan kalimat bermakna positif atau kadang-kadang ambigu yang diucapkan oleh para pemain dari film tersebut. Kalau di Indonesia, kutipan yang paling famous tuh, “kejahatan datang bukan hanya dari niat si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!” (pasti tau dong sama kutipan tadi, tapi kayaknya itu bukan dari film, yak? Gahahaha)

Owrait guys, coba sejenak kalian membaca kutipan ini, “Maybe I’am not a hero, but I’am sure I’am not a killer”, pernah dengar atau belum, gaiz? Nah, itu kutipan kalimat di salah satu pilem amerika, yang mengucapkan adalah mba ketwumen waktu penjahatnya mati, arti dari kutipan itu adalah “Mungkin, aku bukan seorang pahlawan tapi aku yakin kalau aku bukanlah seorang pembunuh”. Kedengarannya sok bijak geto, yak? Padahal yang buat penjahatnya mati kan dia, si ketwumen. coba saja nonton pilemnya (sekali lagi).

Ngomong-ngomong soal ketwumen, ceritanya dia kan manusia yang “ceritanya” sudah mati tapi dihidupkan kembali oleh “perantara” kucing. Lalu jadilah dia manusia kucing-kucingan yang mempunyai tenaga ekstra ala-ala kucing perkasa. Mampu memberantas kejahatan, loncat kesana kemari, hilangkan semua masalah dimuka bumi ini. Bisa kita simpulkan, si mba ketwumen ini sudah memiliki dua kepribadian atau bahasa gaulnya kepribadian ganda. Over all, dia keren. #meow

#ketwumen dan parakang#

Ada semen di beli tukang, ada ketwumen ada juga parakang (pantun).
Dari cerita ketwumen yang berada jauhhhhh di barat sono, kita beralih ke wilayah timur atau lebih tepatnya di Negara Indonesia, di pulau Sulawesi, di provinsi Sulawesi selatan yaitu di kota Makassar. Ada cerita menarik yang hampir sama dengan ketwumen atau lebih tepatnya kucing “jadi-jadian”, bedanya adalah karena ketwumen ini kalau sementara “berubah wujud” menjadi kucing “jadi-jadian”, dianya nampak keren dan kuuulll. Nah, ketwumen tandingan ini bernama PARAKANG. Dari namanya saja sudah cukup membuat anda mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya, bukan? Parakang itu APA, SIAPA, BAGAIMANA, KAPAN, MENGAPA, DIMANA ??? (5W + 1H). Wanna know? Cekidot!

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada seluruh penduduk kota Makassar yang semestinya tau atau minimal pernah mendengar kata “parakang”, saya menyimpulkan beberapa pendapat mengenai ciri-ciri dan kepribadian dari si mba atau om parakang ini. Bismillahirrahmanirrahim. Ciri-cirinya adalah dia seorang manusia, kadang parakang itu adalah wanita dan parakang-parakang lainnya juga kadang adalah seorang pria yang pada waktu tertentu akan berubah wujud menjadi kucing. Penampakannya bukan seperti kucing anggora ataupun Persia yang lucu, imut serta menggemaskan, melainkan dia adalah kucing yang semua bulunya berwarna hitam seperti satria baja hitam. Agak menyeramkan, karena warna hitam selalu identik dengan kegelapan, kejahatan dan kesuraman. Mitos yang berkembang di masyarakat kota Makassar, si doi kalau berubah wujud menjadi kucing hitam, memang sangat menyeramkan, pasalnya kedua bola matanya pun berubah menjadi warna merah menyala. Pokoknya ada kesan-kesan mistis dan hororis. Kapan waktu yang pasti ketika dia akan berubah, tidak ada yang tau. Karena, tujuan dia berubah wujud juga masih menjadi pro dan kontra dari beberapa kalangan pemerhati parakang(KPP). Intinya, peran atau manfaat parakang dalam kehidupan manusia sangat berbanding terbalik dengan peran dan manfaat dari si mba ketwumen. #wuss

#parakang dan dede bayi#
Waktu jaman saya masih SD, desas-desus perihal kemistisan si parakang ini mulai tersebar luas dibeberapa kalangan, termasuk kalangan anak-anak SD yang masih pada ingusan. Boleh dikata saat itu si parakang sedang naik naik daunnya atau sedang terkenal-terkenalnya. Di awal cerita, dia nyaris mirip dengan ketwumen, ternyata dari genre nya saja sudah jauh berbeda. Kalau ketwumen genre nya pan “kucing pahlawan”, nah kalau parakang genrenya “kucing setan-setan”. Malah terkadang kata “parakang” suka dipakai buat menakut-nakuti anak kecil yang nakal, orang tuanya berharap agar si anak tidak nakal lagi. Mereka, para orang tua sering berucap “nak, jangan nakal! kalau masih nakal, bakal digigit parakang!” Haha, Yaelah kasian sekali si doi.#mengheningkan cipta#

Saya selalu berdoa agar tidak bertemu dengan parakang, dan hingga detik ini Tuhan mengabulkan doa saya. Mungkin, parakang juga meminta doa yang sama pada Tuhan. Well, entahlah. Suatu ketika, teman saya berkata bahwa, parakang itu sangat menyukai anak bayi alias dede bayi yang baru saja berojol. Pantaslah kalau saya tidak pernah bertemu dengan parakang, doi kan sukanya sama dede bayi saja(--_--). Lalu saya penasaran untuk menanyakan perihal itu pada teman saya. Mengapa doi menyukai anak bayi? Dia kan manusia kucing jadi-jadian yang tampangnya menyeramkan. Dede bayi pasti tidak akan menyukai dirinya, si doi terlalu banyak berharap(--_--). Teman saya lalu menjelaskan, parakang itu sebangsa manusia yang berteman dengan jin jahat yang sangat senang mengganggu, khususnya mengganggu dede bayi. Dia bahkan nekat untuk menculik dede bayi dan tidak akan pernah mengembalikannya. Tujuannya adalah untuk menyambung hidupnya sebagai manusia kucing jadi-jadian dan dede bayi itu sebagai tumbalnya, terus kata teman saya lagi, makanya jangan suka keluar rumah pas magrib-magrib. Saya yang manggut-manggut mendengarkan penjelasan sekaligus ceramahan si teman saya itu. tapi dalam kepala saya berfikir, apa hubungannya dengan “jangan keluar rumah pas magrib-magrib”, ya? Anak SD memang terkadang sotta alias sok ttau (huruf T nya ada dua).

#Magrib-magrib dan Parakang Around The World#


Selidik punya selidik, larangan keluar rumah saat waktu magrib tiba(yang dilontarkan oleh teman saya)dikarenakan adzan magrib sedang berkumandang, yang artinya sholat magrib harus segera didirikan (hehe). Tapi, setelah saya beranjak dewasa dan memiliki cukup umur untuk bisa membedakan yang mana ngupil dan yang mana upil, akhirnya saya mengetahui bahwa ada “kejadian” seru yang terjadi dilangit ketika pergantian waktu tiba(sore hari -> malam hari -> waktu magrib). Kejadian apakah itu? kejadian yang sangat apik dan cukup panjang untuk saya ceritakan di penghujung tulisan saya ini. Saya berharap, siapapun yang membaca tulisan ini, berkenan untuk mengunjungi mister gugel lalu mencarinya disitu dengan keyword “peristiwa langit saat pergantian waktu”. Okey, beb? Tengkyuh(semoga dapat, ya!). Oiya, akhir kata, sebelum saya mengucapkan wabillahi taufik walhidayah, saya ingin menyampaikan Do’a serta harapan-harapan saya kepada Parakang and the crew. Pertama-tama, semoga parakangs diseluruh dunia diberi hidayah oleh Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimanapun, berteman dengan jin itu tidak baik. Kita berbeda spesies dengan mereka dan kalian harus yakin bahwa spesies manusia itu lebih mulia. Terus yang kedua, saya sangat berharap, sebelum parakangs didunia ini punah, mereka bisa memasuki kancah per-film-an terlebih dahulu, maksudnya mereka berperan menjadi aktor atau aktris yang dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah film yang bergenre “Laga Horor”, tujuannya cukup jelas, agar Dunia tau bahwa ketwumen benar-benar punya “tandingan”. (batuk sambil lempar poni)

Akhir kata, wabillahitaufikwalhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Siya around!

asikasik JOSH!

on Minggu, Desember 29, 2013
Bismillah.

Kenapa saya selalu memulai postingan dengan “bismillah?”, karena itu tuntunan dari Rasulullah Muhammad. Iyep! Saya sedang nabung pahala, siap-siap kalau ajal menjemput dan ntar lagi kiamat soalnya. :D


Mendingan JOSH “Jomlo Sampai Halal” daripada bermaksiat melalui PACARAN. #jleeeb bnget, yah?

Ngomongin tentang jomlo emang gak ada matinye yee, udah kayak vocer isi ulang yang bakal dicari tiap saat. Mulai dari om Mario teguh, mas ippo “right”, om sujiwo tedjo, sampai saya sendiri dan masih banyak lagi yang sering banget ngapdet perihal “kejomloan” di jarsol-jarsol kesayangan mereka. #sok penting banget yah tuh si jomlo…

JOJOBA. sejenis nama gank bocah-bocah alay jaman SMP saya dulu. Kata mereka sih, itu singkatan dari JOmlo-JOmlo BAhagia (wotdeh? Manah mungkin kalian bisah bilang bahakgiah, sementarah kalian JOMLOH??? Easy bebs.. pan judulnya BOCAH-BOCAH ALAY..), gank yang lumayan “famous” dan masih eksis sampai sekarang. Tau gak itu gank nya siapa??? Gank adek saya dong… siapa dulu kakaknya! #~~~~

Here the story begin---
18 tahun silam(maaf, saya lupa hari itu sedang mendung atau terik), saya mendapati diri saya berada dalam ruang kelas sederhana(11 12 sama ruang kelasnya si lintang dkk di laskar pelangi, eh gak ding! Ruang kelas mereka masih lebih suram. Hihi) berbalut seragam putih merah dan disekeliling saya terlihat bocah-bocah bertampang polos. Ada sebagian dari mereka yang ingusnya belepotan disekitar bibir dan pipi-terlihat semakin polos dan err.. sedikit jorok!- yah, sepertinya itu cukup membantu ingatan saya bahwa saat itu sedang mendung-musim hujan- dan mereka terserang virus influenza(positiptingking). Selang 3 tahun kemudian, saya akhirnya mengetahui bahwa ada cinta yang bernama monyet, eh salah.. maksudnya ada monyet yang bernama cinta. JIAHH!!! :D ternyata cinta itu bisa datang secepat gerakan monyet. #whatever, just believe it# Ketika gerakan cinta itu mulai tercium, rupanya saya udah keburu sibuk dengan dagangan saya!(buat nambah-nambah uang jajan, coy!) dagangannya khusus buat peyempuan ajah, saya dagang stiker kuku, jepitan rambut, trus perhiasan cincin yang unyu-unyu gitu.. #wuu, laris manis jeung!# see? TIPS YANG PERTAMA, jomlowan dan jomlowati kudu berdagang dan sibuklah dengan dagangan anda. Dagang apa ajah(mau dagangin barang kek, jasa kek, senyum kek, apapun itu asal jangan dagangin anak orang yah! Dosa wooh..) dijamin kalian akan menikmati status JOMLO(karena bakal sibuk itungin untung, rugi, trus yang ngutang siapa aja). Walau sebenarnya saat saya duduk di bangku SD, ora ngerti wotdehel jomlo is? :p

Then, I grow up---
Seragam putih biru dan menstruasi pertama saya saat itu cukup menjadi pertanda baik bahwa saya telah bermetamorfosis menjadi seorang gadis belia yang cantiknya menyaingi pevita pearce . Sekolah Menengah Pertama(SMP) bagi saya sangat menyenangkan. Selain karena saya memiliki dua atau empat orang fans, setidaknya saya tidak lagi menyaksikan bocah-bocah yang ingusnya berjatuhan kesana kemari seperti kera sakti, dan…. Yep! Saya menemukan lapak baru buat dagang!(jiwa entrepreneur saya mang udah ada sejak lahir, yah.. semacam keturunan dari buyut saya si BJ.Habibie :p). berdagang coklat adalah pilihan saya kala itu. sebab, sebagian besar teman-teman sekelas saya punya adek kecil yang pada demen makan coklat. Ihihihi. Mudah saja biar laris manis, harganya saya turunin dikit dari harga di warung-warung dekat rumah mereka, terus coklatnya eike buat bentuk macem-macem(yang enak dipandang) dan tentunya enak dilidah. Jika sudah sibuk melayani permintaan customer maka siapapun yang menyatakan cinta kala itu saya jawab dengan senyuman hampir manis dan berkata I don’t need ur love, coz this time I do really fine with JOMLO. #yihaa# see? TIPS YANG KEDUA adalah fokuslah pada hal-hal yang bermanfaat dan KREATIF-lah! Salah satunya ya berdagang, karena berdagang menghasilkan uang dan kalian bisa melakukan banyak hal dengan uang, infak misalnyah(mumpung masih idup dan belum kiamat lho..).

Masa-masa peralihan yang emejing!---
“the power of putih abu-abu!!!” barusan itu jingle siaran TV apa, yah? Ato siaran radio? Entahlah, lupa. Intinya, tingkatan tertinggi anak sekolahan dilihat dari seragamnya itu ada dijaman SMA. Kalo jaman SD kan ada ciri khasnya nih, masih tampang-tampang polos, unyu-unyu, ingusan, trus cengeng. Nah, dijaman SMP juga ada, mulai timbul jerawat kecil-kecil dijidat, mulai bau ketek, yang cewek-cewek udah mulai belajar pake lipgloss. Jaman SMA lebih berciri khas, yang cowok-cowok uda mulai tumbuh kumis dan cambang(kayak om-om babyface) trus yang cewek-cewek uda mulai berani pake yang palsu-palsu(mulai dari bulu mata hingga status!). Jaman SMA tidak hanya menyenangkan tapi juga sangat berkesan. Walau akhirnya saya tak lagi berdagang(bukan karena malu dan gak nemu lapak) tapi karena fokus saya berpaling pada dua hal, pada hobi saya dan pada taman yang disebut taman syurga.

1. Bermain bola basket dan menulis adalah dua hobi yang cukup menyita waktu saya kala itu. jika waktu belajar dikelas telah selesai, maka saya akan menyempatkan diri untuk bermain basket dan jika sesampainya saya dirumah dan telah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, maka saya menyempatkan diri untuk menulis cerpen, puisi, dan lagu, kadang-kadang nulis surat cinta juga :p. Seingat saya, ada seorang siswa dari kelas sebelah yang pernah benar-benar serius menyatakan cintanya pada saya. Jika banyak anggapan bahwa wanita itu makhluk yang mudah “mengasihani” apa saja bahkan pria, then I don’t think so. Saya menatap lekat-lekat wajah pria itu(dia yang udah salah tingkah karena ditatap sama cewek manis), lalu terjadilah percakapan singkat dalam otak saya. Kira-kira percakapannya seperti ini:
*suara dalam otak(sudo)
Sudo: tuh, ada yang serius nembak! Ciyehhhh
Saya: apaan, sih! (masih sambil natap si penembak)
Sudo: diterima gak, tuh?
Saya: hmm?
Sudo: heh! Jangan lama-lama mikirnya. Sayang gak kamu sama dia?
Saya: GAK LAH! #ups, sori capslock nya gak sengaja kepencet#
Sudo: yaudah, minimal cinta…
Saya: -__-“ gak cinta juga
Sudo: berarti paling100x minimal ada “hal” yang kamu suka dari dirinya. Entah cara dia berjalan, cara dia ketawa, atau mungkin cara dia benerin kacamatanya?
Saya: bawel!

*kesimpulannya: sayang, cinta dan suka tidak bisa dipaksakan. Meski sudah saling mengenal dalam jangka waktu yang lama, sama sekali tidak ada jaminan untuk itu. apalagi yang baru kenal sesaat, sepersekian detik yang lalu, like love at the first sight! :D #aidonbilifdetsomaz# well, kami tetap berteman, Saya tetap menyukai pria(FYI) dan saya masih saja fokus pada basket dan menulis.

2. Di tahun ketiga, saya akhirnya terjebak pada taman yang disebut dengan Taman Syurga. Jujur, kala itu taman syurga yang saya datangi sangat jauh dari imajinasi saya. Hanya ada bangku-bangku coklat, papan tulis whiteboard, meja guru, beberapa rangkain bunga plastik di sudut-sudut ruang kelas serta beberapa siswi muslimah yang saling menyapa dengan sebutan “ukhty”. Bukankah syurga itu sangat indah? Hingga imajinasi kita tak mampu untuk menggambarkan betapa indahnya syurga itu. namun ternyata, keindahan syurga yang saya dapatkan ditempat ini berada dihati, saya mendapatkan ketenangan jiwa dan jawaban akan kejomloan yang sebenarnya. #wingwing#

“bahwa jomlo itu bukan pilihan. Jomlo adalah takdir. Karena Tuhan sangatlah adil, setiap manusia yang ia ciptakan pastilah berpasang-pasangan, jika Ia tidak menakdirkan dirimu untuk bertemu dengan pasanganmu didunia, maka pastilah diakhirat kelak”

*rumus takdir= yakin+tetap berusaha(usaha membaikkan diri).

Ini menjadi TIPS YANG KETIGA, fokuslah pada kebaikan, membaikkan diri dan membaikkan pola pikir/mindset. Terlepas dari postingan ini saya ikutkan dalam lomba gipeweinya si mamad, this is my true story. Saya tidak pernah pacaran dan tidak pernah peduli dengan status jomlo.mungkin karena saya tidak pernah fokus pada kedua hal tersebut, BERPACARAN dan BERJOMLO. #hahhah
In the end of my story and my posting, tepat diumur 24 tahun, seorang pria yang saya kenal, sangat akrab dan baik hati(namun, saya tetap fokus tidak peduli pada pacaran dan jomlo) melayangkan surat lamaran tepat diHATI saya. Wow! Jika saya boleh meminjam status si jomlo, maka ia telah menjadikan saya seorang jomlo yang mulia. :3

*intermezo*
Sudo: tuh, ada yang serius ngelamar kamyu! Ciyehhhh
Saya: apaan, sih! :3
Sudo: diterima gak, tuh?
Saya: hu’um.. #sambil tersipu malu#




postingannya jadi panjangssss gini... -__-

``SELAMAT BERKOMENTAR~~

suku TOLAKI dan JEPUN

on Rabu, Maret 07, 2012

bismillah~

Dunia mungkin tertawa bahagia- layaknya anak kecil yang mendapati begitu banyak permen dalam ransel nya-ketika menyadari begitu banyak dan beragam budaya yang ada dalam dirinya. Tuhan menciptakan dunia, lalu menciptakan manusia, setelah itu manusia menciptakan budaya. Lalu bagaimana mungkin bisa tercipta ke-aneka ragam-an budaya dari satu wujud manusia yang sama? Jawabannya ada di mata kuliah “seni kehidupan”, buat yang belum program, programlah mata kuliah ini secepatnya.  (skifo!saya belum lulus di mata kuliah ini :p)

Bagian terindah dari dunia adalah mengenal dunia itu sendiri dan mengenal manusia. Karena, sesuatu yang kita kenali akan mudah kita hadapi. Tapi, antara dunia dan manusia, saya lebih senang untuk bersahabat dengan dunia, karena bergaul dengan makhluk hidup terkadang menyebalkan. (kalimat terakhir yang menyebabkan saya tidak lulus di mata kuliah “seni kehidupan”).

Cross culture understanding(baca:sisiyu) adalah mata kuliah yang akhir-akhir ini sangat sering saya rindukan. Saya merindukannya bak hujan yang dengan setia nya akan membasahi bumi setelah petir menyambar #dongdong!#. cross culture understanding adalah melintasi budaya pemahaman #dongdongdong!# intine, belajar tentang budaya di LUAR dari budaya ENDONESAH. Karena saya adalah tipe manusia yang cara belajarnya menggunakan cara belajar tipe audio, makanya saya seneng ngedengerin orang cuap-cuap membahas sesuatu yang baru dan menarik, dan yang pastinya mudah nyangkut di otak! Dibandingkan kalau saya harus membaca yang…(hoammhh).

*suku tolaki dan jepang*

Kapan pertama kali kalian mengenal negara jepang(yang memiliki beberapa suku)? Kalau saya nih, sepertinya waktu jaman SD. Mungkin, setelah nonton episod keseribu sekian-sekiannya doraemon. Kan, akhirnya baru tau kalau doraemon itu  pilem kartun dari jepang. Tapi, saya nggak yakin sih. Lagian mah waktu itu peduli amat ya? Yang penting nonton pilem kartun sampe pingsan. Nah, kalau suku tolaki? Ada yang baru dengar suku ini? Errgghh, saya lagi-lagi tidak tau pasti kapan pertama kali saya mengenal suku ini. Mungkin, pada saat saya sadar bahwa saya berada di tengah-tengah orang tolaki, dan itu tidak penting kapan. Karena, selamanya saya akan menjadi orang yang memiliki darah tolaki dan berharap memiliki darah jepang walau secuil (kan sapatau bisa “pantas” membintangi iklan pokariswit. Nyehehe).

*beberapa kesamaan antara suku tolaki dan jepang*

Salah satu bukti pengikisan budaya adalah ketika seseorang berbicara memakai bahasa daerah(yang daerahnya sama dengan kamu) lalu kamu membalasnya dengan menggunakan bahasa indonesia(tidak  menggunakan bahasa daerah). Karena, kamu hanya mengetahui artinya namun tidak tau atau tidak mau untuk membalasnya dengan menggunakan bahasa daerah yang sama. (contoh dari segi bahasa). Seperti itulah saya, hehe. Penyebab utamanya karena saya lahir di kota makassar, yang bersuku asli makassar dan bugis. Suku tolaki tuh marginal di makassar, jadi kalau bisa “nemu” itu sesuatu banget. Saya menemukan beberapa kesamaan antara suku tolaki dan mungkin suku asli yang ada di jepang, pokoknya orang jepang deh!

#1. Dari segi penampakan nih, karena keduanya sama dari benua asia, ya pasti nggak jauh-jauh lah dari kesan pendek dan imut. Yang menurut saya sama persis tuh dari warna kulit(kuning langsat-mendekati putih tua #halah!), bentuk mata(yang rada-rada cipit gimanaa gicuu), dan yang terakhir tuh lincah(yang kesannya suka kayak buru-buru banget).

#2. Dari segi bahasanya, kita kan uda sering banget ngedengerin orang jepang ngomong atau mungkin nyanyi(yang kayak jingle di iklan pokariswit, tuh..! walopun mereka bukan orang jepun asli). Ciri khas bahasa mereka kebanyakan huruf vokalnya. Misal: watashiwa fai desu(nama saya fai), ohayo(met pagi), wakarimasen(saya tidak mengerti) atau arigato(timakaci). Keliatan kan, di dominasi huruf vokal. Coba kita bandingkan dengan bahasa tolaki. Inai tamomu?(nama kamu capa?), okikutorike(nggak tau), ari akuto mongga(saya sudah makan). Hmmm, rada-rada mirip kan? #maksa-haha

#3. Yang terakhir adalah saya suka bahkan jatuh cinta pada kedua suku ini, suku tolaki dan suku-suku yang ada di jepang. Hingga membuat saya memiliki mimpi sederhana, suatu saat nanti saya dan keluarga saya akan stay di jepang. Lucu kali ya, kalau orang jepang ngomong pakai bahasanya terus di tangkis pakai bahasa tolaki. Geheheii

saya nggak tertarik ngebahas perbedaannya, karena pasti banyak banget lah. tapi kalau misalnya saya harus milih nih, saya rela transfer suku (dari tolaki ke jepang). haha #penghianat suku#

yang jilbaban cepupu saya tuh. imut kan? xixi