Tampilkan postingan dengan label Story OFFriend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story OFFriend. Tampilkan semua postingan

FRAU

on Rabu, Juni 27, 2012
yuyu-yuke-yunot-rahayu


(bismillah)
Hei eperibadih? miss me huh? :p haha
 
no words can i say how much i miss my home sweet home "FAI-ZEALOTOUS" and also for all my brodah and my sistah (specially ENHA! damn, she care bout me so much! tengkyuu sist. saya do'ain dapat jodoh seganteng jodoh saya yaaaaa. #loh?). #basabasisepertibiasa-ngeehehe


something missing, detz the appropriate words to describe my feeling when i take a long time to leave this- my lovely blog-. i dont meant det. but, when we facing our real life, detz will be different story. Real life about what? real life about LIFE! :D


have you look at the pikcer? look at once again, please... (maksa). Is she beautiful? if dets question goes to me, i'll say "she's quite beutiful" (cukup deh cukup, cukup buat saya bo'ong. ahihihi). am not going to talk bout her (coz this entri doesn't inaf for det), but am willing to tell u bout our friendship. not as perfect as u think of, but the point is i fell comfort when i wif her. (altof, she's little bit moron and she's likes a bounce :p :D).


# i said, "look at the picture carefully. i was in her glasses. i was so cool in that time! (padahal biasa aja =,=a )

have a nice day, babaiii...



::place, akkarena::

ETENSYEN PLIS!!!

on Jumat, Juli 22, 2011

Happy Friday, guys…

Salah satu kerugian memiliki teman yang suka baca buku dan doyan pamer adalah “tangannya suka gatel kalo nggak nelfon ato sms buat pamerin buku baru yang  dia punya”, kaindof saks!
Okeh, mungkin kalian udah pada tau or uda pada beli sekuelnya buku  5 cm. yup! Jadi sekuelnya uda ada kawan-kawan! Judul nya “2” covernya merah, launching nya 2 juli kemaren! Isinya tentang apa? Hohoho, saya belum baca! ^o^

Nah, kemaren itu sekalian mo beli buku pertamanya si Donny ini, yang 5 cm. coz udah janji ma someone (ehm). Dan tahukah kalian? Saya berhasil membuat mas-masnya yang gantreng-gantreng pada sibuk nyari tuh buku. Coz kata salah satu mas-masnya buku nya masi sisa satu, tapi nggak tau ada dimana? Waktu si mas-masnya ngejelasin gitu, saya jawabnya gini “ouuww gitu yah, mas? Saya tungguin deh…” haha, mungkin tuh mas-mas ngarepnya saya jawabnya gini “yaudah mas, makasiii”. :p

10 minutes later,

Si mas-masnya yang gantreng-gantreng itu koq pada lenyap! Huuumm, mungkin mereka pada nyebar buat nyari tuh buku. Diihhh, padahal 2 pekan sebelumnya tuh buku 5 cm masi pada bertumpuk di rak-rak buku. Yasudah, berhubung saya masi berada di lautan buku, saya akan menggunakan waktu sebaik mungkin buat baca-baca gratis. Dan tiba-tiba, saya melihat sosok yang sepertinya tidak asing, dia lagi sibuk ngebaca salah satu synopsis buku-buku best seller! Ha! Dia dosen saya! Langsung deh saya samperin. Aahhh, saya paling seneng ngobrol ma pecinta buku! Klik! Serasa ngomong ma teman. Lupa sama perbedaan umur, pendidikan, strata social, dll. Dosen saya cerita banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak banget, dia sempat nyinggung soal novel-novel terjemahan yang kurang memuaskan. Katanya, dia pernah beli novel terjemahan yang parah banget, disitu tertulisnya chicken hearted girl, trus diterjemahin cewek berhati ayam, yang harusnya diterjemahin cewek pengecut/penakut. Muahahahaa, jauhhh pisan bedanya!!!  =,=’

30 minutes later,

Wahhh, sinusitis saya kambuh! Penyakit katrok ini nggak pernah damai dengan AC. Wokeh! Saya pamit sama si dosen dan mulai kesal sama SI MAS-MAS YANG GANTRENG-GANTRENG itu! Pada kemana siy? Ya ampyuuun, ternyata pada sitirahat, mungkin manfaatin momen pengunjung yang sepi hari itu. =,=’ (padahal saya nungguin heii!). and finally, saya temuin tuh buku berkat bantuan salah satu mas-mas blablablablabla. Makasiii, mas! saya do’ain umur panjang yahhh, biar ketemu ma bulan romadhan.. ^^



#Last words#
Buat temen saya yang jauh disana namun dekat dihati, met baca aja! Ceritanya asik! Yakan blogger? Huhuhu,
Dan buat loe-loe yang belom beli sekuelnya lima sentimeter, buruaaannn! Sebelum kehabisan! Halaaahhh…

Rp. 65.000,-




note: sory, gambarnya nggak langsung dari saya. camdignya lagi di pinjem, kamera hape buram! *banyak alesan* gambarnya saya culik dari website resminya si Donny (katanya sih), HERE

Teori Prof. Dr. Rohaye

on Kamis, Juni 30, 2011

Juni akan berakhir,
Terima kasih Tuhan, untuk 6 bulan umur  yang Kau berikan di tahun ini.


Ehm,

Pernahkah kalian meminjam buku/novel/baca’an apapun milik orang lain lalu tidak mengembalikannya?
Pernahkah kalian meminjamkan buku/novel/baca’an apapun kepada orang lain lalu tidak dikembalikan?
Pernahkah kalian meminjam buku/novel/baca’an apapun milik orang lain lalu mengembalikannya dengan kondisi layaknya “telah diperkosa?” (maaf,saya menggunakan istilah yang paling kejam)
Pernahkah kalian meminjamkan buku/novel/baca’an apapun kepada orang lain lalu dikembalikan dengan kondisi layaknya “telah diperkosa?” (maaf,saya menggunakan istilah yang paling kejam)

*Etika meminjam Barang milik orang lain kini mulai dipertanyakan*


Saya yakin, sebagian besar Blogger sangat senang membaca hingga ada yang tidak sungkan-sungkan untuk mengeluarkan banyak rupiah demi menambah koleksi baca’an mereka, mulai dari buku, novel, komik, majalah, tabloid, kamus, de el el. Tapi, saya tidak yakin sebagian besar blogger sudi meminjamkan koleksi baca’annya kepada orang lain. Karena, banyak yang trauma akan kehilangan koleksinya, pun dengan kondisi yang menyedihkan setelah berhari-hari dipinjamkan. Betul begitu, reader holic? Hahahaha (entah mengapa saya tertawa-pengen aja-apa omong = =" )

Okeh, setidaknya saya lah orang yang trauma itu. Entah why, saya selalu berpikir lebih baik buku saya hilang sekalian(kan bisa minta ganti) daripada harus dikembalikan dengan kondisi semena-mena. Kadang hati kecil saya menangis melihat kondisi buku yang sebelumnya segar bugar, tapi setelah dipinjamkan kondisinya seperti akan mendekati ajalnya. Bagaimana mungkin mereka begitu tega meng-aniaya sebuah buku? Dan…. Saya pun sensitive jika ada (siapapun) yang akan meminjam buku-buku saya. Minimal harus ada jaminan bola mata sebelah kiri. Huohuohuo, #kejamnya dirimu sayang# :p

Terkesan pelit??? #cuek#

Mungkin, teori dari sahabat saya ini bisa membantu kita yang memiliki masalah seputar pinjam-meminjamkan buku. Saya telah mengenal dia sejak semempeh. Banyak hal dari dirinya yang mirip pada diri saya. Yang sedikit membedakan adalah dia sedikit “normal” dan saya sedikit “abnormal” (teutep sama-sama merugikan untuk dijadikan istri. Muahahaha). Yang pasti, I know her so well and she now me so well lah. Suatu hari saya meminjam novel Maryamah karpuv miliknya, yang tidak saya rawat dengan baik sebab saya lupa menaruhnya dimana? (parah). akhirnya, novel itu ditemukan oleh papa saya yang dibacanya sampe abis. Sayangnya, lembar pertama novel itu sobek dan tidak saya perhatikan ketika mengembalikannya. Alhasil, Rohaye tidak lagi serta merta sepenuh hati ingin meminjamkan koleksi baca'an miliknya pada saya. :(

Prof. Dr. Rohaye yang telah saya renovasi



“Orang bodoh adalah orang yang mau meminjamkan bukunya kepada orang lain dan orang yang paling bodoh adalah orang yang meminjam buku kepada orang lain lalu mengembalikannya”.



Itulah teori Prof. Dr. Rohaye, yang saya “amin” kan. Kabar baiknya adalah teori itu tidak berlaku untuk kita berdua. :D

Miss U Like Crazy

on Kamis, Juni 16, 2011


Sudah sangat lama tangan kita tak berjabat,
Senyum kita tak berbalas dan beribu canda tawa yang lepas ketika raga dan jiwa kita bertemu…

Dear, sahabat…
Masi ingatkah kau akan perjumpaan pertama itu?

Jika malam tiba, ku melihat mentari bersinar dengan indahnya,
Dan Jika pagi mulai menyapa, ku melihat senja berteduh rendah di bawah awanNya,

Betapa hebatnya perasaan rindu ini padamu…
Ku yakin, kau masih mengingatnya…
Karena,
Jarak tak akan mampu menghilangkan rangkaian cerita itu,
Dan waktu tak akan sanggup menghapus berjuta kenangan itu,

Keindahan langit dini hari, yang sengaja Kau tontonkan pada berjuta pasang mata, membuatku kembali tersadar akan banyaknya bulan yang telah terlewati tanpa hangatnya tatapan ikhlasmu…

Lalu,
Wahai Dzat yang Maha Hidup,
Yakinku, Kau lah yang menjadi saksi akan persahabatan suci ini…
Jaga ikatan ini, jangan biarkan ternodai...
Hingga Malaikat-Mu menjemput nyawa-nyawa kami.

Ini bukan curahan hati,
ini adalah do’a…



Sahabat,
Yakinlah…apapun cobaan yang kita hadapi adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya untuk kita.
Jangan putus asa, jangan lemah hati, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.


Faizani, Makassar.
@Hospital(the place that I never Like)

Inikah RencanaNya?

on Selasa, Mei 31, 2011


Hujan membasahi bumi Makassar. Sepertinya ia mulai rindu pada tanah yang mulai terdzolimi. Hujan selalu memberi inspirasi, menguburkan sebagian persepsi bahwa hujan sering kali menggagalkan rencana, menuai bencana, dan lain sebagainya.

Kali ini, hujan dengan lembut mengajakku berjalan-jalan dalam memori…

<<Alkisah, seorang pemuda yang sangat mencintai wanita terkasihnya, walaupun tanpa restu orang tuanya, ia tetap nekat menikahi sang wanita pujaan hatinya. Apakah atas nama Cinta? Selalu begitu, cinta dijadikan tersangka atas pelaku utama yang bernama nafsu. Mengotori kesucian Cinta, itulah siasat setan. Menghiasi nafsu dengan cantiknya, lalu mereka sepakat menyebutnya Cinta. Sungguh keterlaluan setan itu. Mereka tertawa terbahak-bahak ketika anak adam dan hawa mulai sedikit demi sedikit terperosok pada nafsu yang mereka ciptakan, nafsu setan namanya.>>

Merenung saat hujan perlahan membasahi bumi, samar-samar teringat dalam ingatan…
Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (An Nisa: 36)


Ayat singkat itu begitu dalam, menyadarkan akan pentingnya berbakti pada mereka, kedua orang tua. Sudahkah kita berbakti? Kata Nabiku, walau seluruh jiwa dan ragamu kau gunakan untuk berbakti pada mereka, sesungguhnya itu belum cukup untuk membayar seluruh pengorbanan yang telah mereka berikan, bahkan belum cukup untuk membayar setetes air susu ibu.

Kembali saya menatap wajah anak itu lekat-lekat, menatap jauh kedalam matanya, saya menemukan dua keraguan…
Apakah Kebencian yang terpendam ataukah rindu akan kasih sayang??

<< Pemuda itu memutuskan pergi setelah akhirnya menjalankan ritual atas nama Cinta. Yah, pecundang yang berkhianat itu akhirnya pergi meninggalkan wanita yang katanya sangat ia cintai hingga rela menentang restu orang tua. Lantas apa alasannya untuk lari dari kenyata’an?>>

Bau tanah yang baru saja dibasahi oleh hujan, kini menyeruak perlahan…

Saya selalu tertarik memandang gadis-gadis yang bertingkah layaknya laki-laki. Ada aura yang berbeda yang terpancar dari cara mereka berbicara, bertingkah, bahkan terkadang dari cara mereka tersenyum. Mereka terlihat cantik dibalut gaya yang maskulin. Tapi, itu dulu, sekarang tidak lagi. Ketika mengetahui akan laknat yang akan menimpa pada mereka(wanita) yang menyerupai laki-laki dan pada mereka(laki-laki) yang menyerupai wanita. Saya tidak lagi tertarik memandang gadis yang sok kelaki-lakian, tidak lagi terkesan tapi saya kasihan.

Namanya iyan. Anak gadis yang mengaku sangat tomboy. Ia baru-baru saja menjadi temanku siang itu. Disiang sehari sebelum hujan membasahi bumi. Sebelumnya, saya tidak pernah menanyakan pertanyaan ini pada mereka yang mengaku tomboy. Baik ketika saya masih tertarik memandang mereka maupun setelah saya tidak lagi tertarik memandang mereka.
“dek, koq mau sih jadi anak cewek yang tomboy?”

Dia menjawab dengan enteng, karena ayahku. Ayahku pergi meninggalkan ibuku sewaktu aku masih dalam kandungan ibuku. Kata ibuku, orangtua ayahku tidak merestui hubungan mereka. Hingga akhirnya ia pergi dan menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Walaupun entah mengapa, aku sangat yakin, saat itu ayahku menyadari bahwa wanita yang ia cintai sebenarnya tidak pantas untuk menjadi pendamping hidupnya karena status strata.
Lalu saya mencoba mengulang pertanyaan dengan versi yang berbeda,
“terus koq mau bergaya kayak anak laki-laki, gitu?”

Ia tertawa kecut. Aku seperti ini sebagai wujud pelampiasan akan kebencianku yang begitu dalam pada ayahku. Aku menjadi benci pada SEMUA LELAKI! (saya shock!). aku berharap dengan gayaku yang seperti ini, para lelaki tidak mudah mendekatiku. Kalaupun ada yang berusaha mendekat, aku tidak begitu respect pada mereka.
Saya yang saat itu sedikit terkejut, berusaha untuk meluruskan pemahaman si anak yang sepertinya agak sedikit bengkok.
“Hmm, gitu yah? tapi, mungkin saja ayah kamu punya alasan yang lebih bisa diterima. Sudah coba cari tau, dek?”

Jika ia memang sosok ayah yang bertanggung jawab, seharusnya ia yang mendatangiku dan menceritakan segalanya. Sejak saat ia menghianati ibuku dan pergi layaknya pecundang. Namun, itu tidak terjadi dan sepertinya tidak akan pernah terjadi. Aku menerima kenyata’an ini saat aku masih duduk di bangku SMP. Aku tidak punya sahabat untuk berbagi . aku menjadi liar. Tapi, aku masih punya mimpi. Mimpi sederhana yang akan kutunjukkan padanya juga pada dunia bahwa aku akan berhasil walaupun tanpa seorang AYAH.




Diskusi kami disiang itu saya tutup dengan canda’an garing, “tapi nanti kalau nikah sama cowok, kan?”. Yang ia jawab sambil tersenyum (ciri khas cewek tomboy), “iyalah kak, suatu saat nanti aku mungkin akan jatuh cinta sama cowok”. Teriak saya dalam hati, “hah! Mungkin???” (---.---)a


((Kisah iyan, membuat saya merenung…))

Saya bersyukur tidak mendapatkan ujian yang begitu berat seperti yang iyan derita. Saya masih memiliki orang tua yang bisa mengantarkan saya ke surgaNya. Dan saya tidak ingin menyia-nyiakan itu. Saya yakin iyan jauh lebih kuat, karena Tuhan tidak pernah memberikan ujian di luar kemampuan HambaNya. Di tengah ujian yang iyan jalani, ia masih yakin akan mimpinya yang tidak lama lagi akan terwujud. Bukankah ini sebuah motivasi yang luar biasa? So, kawan bermimpilah. Hidupkan mimpimu, jangan hidup bersama mimpi-mimpi…