Teori Prof. Dr. Rohaye

on Kamis, Juni 30, 2011

Juni akan berakhir,
Terima kasih Tuhan, untuk 6 bulan umur  yang Kau berikan di tahun ini.


Ehm,

Pernahkah kalian meminjam buku/novel/baca’an apapun milik orang lain lalu tidak mengembalikannya?
Pernahkah kalian meminjamkan buku/novel/baca’an apapun kepada orang lain lalu tidak dikembalikan?
Pernahkah kalian meminjam buku/novel/baca’an apapun milik orang lain lalu mengembalikannya dengan kondisi layaknya “telah diperkosa?” (maaf,saya menggunakan istilah yang paling kejam)
Pernahkah kalian meminjamkan buku/novel/baca’an apapun kepada orang lain lalu dikembalikan dengan kondisi layaknya “telah diperkosa?” (maaf,saya menggunakan istilah yang paling kejam)

*Etika meminjam Barang milik orang lain kini mulai dipertanyakan*


Saya yakin, sebagian besar Blogger sangat senang membaca hingga ada yang tidak sungkan-sungkan untuk mengeluarkan banyak rupiah demi menambah koleksi baca’an mereka, mulai dari buku, novel, komik, majalah, tabloid, kamus, de el el. Tapi, saya tidak yakin sebagian besar blogger sudi meminjamkan koleksi baca’annya kepada orang lain. Karena, banyak yang trauma akan kehilangan koleksinya, pun dengan kondisi yang menyedihkan setelah berhari-hari dipinjamkan. Betul begitu, reader holic? Hahahaha (entah mengapa saya tertawa-pengen aja-apa omong = =" )

Okeh, setidaknya saya lah orang yang trauma itu. Entah why, saya selalu berpikir lebih baik buku saya hilang sekalian(kan bisa minta ganti) daripada harus dikembalikan dengan kondisi semena-mena. Kadang hati kecil saya menangis melihat kondisi buku yang sebelumnya segar bugar, tapi setelah dipinjamkan kondisinya seperti akan mendekati ajalnya. Bagaimana mungkin mereka begitu tega meng-aniaya sebuah buku? Dan…. Saya pun sensitive jika ada (siapapun) yang akan meminjam buku-buku saya. Minimal harus ada jaminan bola mata sebelah kiri. Huohuohuo, #kejamnya dirimu sayang# :p

Terkesan pelit??? #cuek#

Mungkin, teori dari sahabat saya ini bisa membantu kita yang memiliki masalah seputar pinjam-meminjamkan buku. Saya telah mengenal dia sejak semempeh. Banyak hal dari dirinya yang mirip pada diri saya. Yang sedikit membedakan adalah dia sedikit “normal” dan saya sedikit “abnormal” (teutep sama-sama merugikan untuk dijadikan istri. Muahahaha). Yang pasti, I know her so well and she now me so well lah. Suatu hari saya meminjam novel Maryamah karpuv miliknya, yang tidak saya rawat dengan baik sebab saya lupa menaruhnya dimana? (parah). akhirnya, novel itu ditemukan oleh papa saya yang dibacanya sampe abis. Sayangnya, lembar pertama novel itu sobek dan tidak saya perhatikan ketika mengembalikannya. Alhasil, Rohaye tidak lagi serta merta sepenuh hati ingin meminjamkan koleksi baca'an miliknya pada saya. :(

Prof. Dr. Rohaye yang telah saya renovasi



“Orang bodoh adalah orang yang mau meminjamkan bukunya kepada orang lain dan orang yang paling bodoh adalah orang yang meminjam buku kepada orang lain lalu mengembalikannya”.



Itulah teori Prof. Dr. Rohaye, yang saya “amin” kan. Kabar baiknya adalah teori itu tidak berlaku untuk kita berdua. :D

Ababilisme dan Para Sekutunya

on Minggu, Juni 26, 2011

Dunia saya saat ini direcoki dengan kehadiran beberapa bocah. Sebut saja najwa/wawa(fotonya saya pinjam untuk foto profil saya), farhan/pa’ang dan ciara/cingcing(umurnya masih 18 bulan). Wawa dan pa’ang adalah adik sepupu saya yang merupakan siswa sekolah dasar dan bersekolah di satu sekolah yang sama. Pa’ang adalah senior dan wawa adalah juniornya. Nampaknya, mereka cukup kompak di waktu-waktu tertentu, selebihnya mereka begitu mesra bagaikan Tom and Jerry. Banyak hal yang selalu membuat mereka berseteru dan berujung pada adegan termehek-mehek yang diperankan apik oleh wawa. *why did the girls always cry in the end?*


Ada Yang Hilang Dari Dunia Mereka,
Pa'ang yang telah kehilangan ibunya, menjadikannya cukup dimanja oleh Ayahnya. Hingga kamarnya kini, lebih cocok dengan sebutan Gudang Mainan. yah, salah satu cara ayahnya untuk membuat pa'ang senang adalah dengan membelikan mainan apapun yang ia inginkan. Saya speechless...

Sekitar 10 bulan yang lalu, tetangga saya membuka usaha warnet plus game online, sebuah kesalahan besar menurut saya. karena, tetangga saya itu adalah tante kandung saya. dan sudah bisa ditebak? dua bocah itu bertransformasi menjadi hantu gentayangan yang mangkir di siang (kadang-kadang) hingga malam hari di warnet tersebut. Kembali, saya speechless...


Then I'm trying to explore my past,
Semua orang tua ingin melihat anaknya senang dan bahagia, bahkan mereka rela mengorbankan apapun demi anak-anak mereka. Sebuah kesyukuran, kebahagiaan yang saya dapatkandari orang tua saya adalah kesederhanaan, kebebasan , dan kepercayaan. Mereka mengajarkan pada saya tentang bahagia dengan kesederhanaan, tentang bahagia dengan kebebasan, dan tentang bahagia dengan kepercayaan. Yah, kesimpulannya saya bermain dengan manusia, kami menyatu bersama alam. Pohon, bunga, tanah, hujan dan matahari adalah sahabat setia kami. Langit yang terbuka lebar seakan Tuhan turut menyaksikan keasyikan kami bermain, Turut Tertawa bersama kami. Kebebasan yang luar biasa, dibalut dengan kepercayaan yang sangat. Mendapatkan kepercayaan dari orang tua adalah cukup dengan "sedikit" mengikuti aturan main mereka, sehingga tidak dijudge sebagai anak nakal. Mudah. bukan?. Yap, dunia saya dulu sangat jauh dari mainan modern, saya nyaris tidak menyapanya walopun saya sangat mengenalnya.


Jangan salahkan Dunia yang beranjak Dewasa...
Jika ada yang beranggapan bahwa saat ini kita hidup di dunia dengan kecanggihan tekhnology yang luar biasa, sepertinya itu keliru. Karena, tokoh kartun DORAEMON sebenarnya sedang kembali ke masa lalu nya, masa saat ini. Ia dilempar dimari untuk membantu kakek Nobita, dimana dunia sebenanya adalah Ia berada pada tahun 2112, yang dalam Filmnya menggambarkan kehidupan manusia yang super duper canggih kuadrat. (Film sejarah Lahirnya Doraemon).
Terlepas dari Dunia Doraemaon, saat ini kita tidak bisa menutup mata dan telinga kita tentang berbagai hal yang easy to use dan cukup memberi efek yang berbahaya untuk anak-anak(bocah) dan remaja labil. Termasuk Tekhnology tentunya, diperlukan pengarahan dan pengawasan khusus. Karena, menurut saya tidak begitu berlebihan jika orang-orang dewasa(mungkin kamu yang sedang membaca) membuka/menonton konten-konten "dewasa" lewat internet.(tentunya sesuai dengan takaran dokter! wkwkwkwk) tapi itu menjadi aneh(that's not our style/culture) ketika bocah-bocah atau remaja-remaja tanggung yang asyik menontonnya lewat internet. (sumber: Trans TV). Miris, and I speechless again...



Tunjukan Pada Dunia, Bahwa CITA-CITA kita BESAR...
Ketika musuh-musuh kita terus merencanakan cara untuk menguasai dunia hingga melupakan waktu tidur mereka, kita malah terlelap bersama gerlapnya Dunia. Berdendang bersama santai, masi mampu terbahak pada pijakan yang mungkin sebentar lagi akan menghadapi Sakaratul mautnya. Apa yang membuat kalian begitu yakin dengan kemerdekaan??? Don't You ever Think It would be happen again??? Para penjajah itu tidak pernah puas. slowly but surely. Kita boleh kecewa saat ini, kecewa pada kebobrokan di berbagai lini. Kita pun boleh benci, membencilah hingga membuat dirimu termotivasi demi mewujudkan berjuta mimpi.


Ya Tuhan, jauhkan lah hamba dari virus ababilisme, hedonisme, fesbukanisme, dahsyatisme, the ringsisme, bebeanisme, arti sahabatisme... Amin

Kenapa Takut Ditolak?

on Rabu, Juni 22, 2011

Still remembah with reality show called “Katakan Cintamu?” Dulu, ini reality show kesukaan saya. Mainnya tiap malam minggu kalau nggak salah. Master ceremony nya si panda yang sekarang jadi host di ceriwis. Namanya saja "katakan cinta", ya isinya tentang “tembak-menembak” gitu deh. Yang bikin saya senang nonton tuh, pengen liat bagaimana cara cowok-cowok itu nembak, karena emang yang nembak kebanyakan cowok. (masi pada ingat nggak sih???), nah! Kalau masih pada ingat, saya nggak perlu jabarin gimana cara-cara mereka nembak, pokoknya macem-macem, mostly weird! :x

Belakangan saya mikir gini “kenapa sih mereka(cowok-cowok) itu "sibuk" banget buat nembak cewek? Why didn’t you make it simple, guys?” :D

Sebenarnya, terkadang saya mencoba memahami maksud cowok-cowok itu “nembak” dengan cara yang berbeda, mungkin biar tumbuh chemistry atau mungkin mathematic. :p (semoga nggak da yang complain) then, si cewek nya tersepona, klepek-klepek, jadi yang awalnya nggak da “rasa” akhirnya jadi “berasa” (cewek kan makhluk yang sangat perasa, pemirsaa!), niatnya pengen nolak, koq kayaknya nggak tega? Ah, terima aja deh! Ntar kan bisa putus kalau udah nggak cocok. (glek! Itukah yang ada di benak para cewek-cewek yang menerima cinta “mereka” dengan terpaksa? Who knows?). dan beruntunglah dipihak cowok-cowok yang cintanya diterima, teriak mereka NAMANYA JUGA USAHA! :D
**********
Kita sepakat menyebutnya hukum alam. Seorang pria lah yang seharusnya lebih dulu menyatakan cinta/nembak kepada seorang wanita. Bagaimana sejarahnya? Saya tidak tau. Saya tidak berniat mencarinya di gugel. Akan tetapi, jika saya boleh berpendapat(ya boleh lah, ini kan lapak kamu say…), maka saya akan memberi dua alasan mengapa harus pria yang menunaikan kewajiban itu.

Pertama, karena wanita memang diciptakan dengan rasa malu yang besar, disitulah terletak harga diri seorang wanita. Jadi, seorang wanita itu harusnya “malu”. Termasuk juga dalam hal “nembak” cowok lebih dulu. so, seorang cewek tuh harusnya "pantang" nembak cowok lebih dulu! (Wah, kalau para feminist ada yang ngebaca poin ini kayaknya saya bakal dibentak habis-habisan). Oke next,,,

Kedua,karena Tuhan telah menciptakan pria dengan keunggulan lebih “berlogika” dibandingkan “berperasaan”. Sehingga, mereka bisa lebih tabah menerima kenyataan “ditolak”.

Wait! Sepertinya kita perlu berlama-lama sedikit di poin yang kedua. Karena kenyataannya, banyak pria yang takut ditolak ketika akan melamar atau menyatakan cintanya pada wanita yang ia kasihi. Yah, takut ditolak. Bagaimana sih rasanya di tolak? Coz, saya belum pernah “nembak” cowok apalagi “nembak” cewek. Mwehehe,

--Jadi ingat kata pidi baiq, “kalau kamu nembak cewek, kamu harus yakin bakal ditolak. Jadi, kalau memang beneran ditolak, perasaan kamu ya biasa-biasa saja”. (maksudnya, nggak bakal bunuh diri)--

nah!ada benarnya, harusnya seperti itu juga dalam menghadapi kehidupan. siapkan diri untuk setiap hasil yang (menurut kita) buruk, dengan begitu kita akan menyibukkan diri untuk merencanakan hal-hal lainnya. Tuhan selalu menghadiahkan Hikmah dan Tuhan akan tetap Cinta pada makhluk-Nya yang optimis.

Saya jadi exited buat bagi-bagi tugas tag ke teman-teman blogger, saya kasi tugas yah! :D

Aturan postingannya:
1.       Khusus untuk blogger pria
2.       Menuliskan pengalaman pribadinya melamar/menembak seorang wanita.
3.       Minimal 1 postingan, tapi kalau mau pake edisi part#2, part#3, dst.. juga bisa.
4.       Meneruskan tugas ini ke teman blogger(pria) yang lain, minimal 1 orang.
5.       (kalau bisa) diakhir postingan ada quote yang memotivasi dari pengalamannya itu.

(inilah nama-nama yang mendapatkan tugas Tag "kenapa takut ditolak", follower "pria" dari KoskakiUngu)
adhyelgwanteng
Gaphe
Roh
Ghost Writer
ReBorn
Mr.Rama Sparrow
Fadly
Affie9
Huda Tula
Nufri L sang Nila
Opi
Nurdien
memoribilia
Batz
Eel Pecidasase
Linus Tua
Kurtnia
Claude C kenni
Joni
Brigadir Kopi
rio
Yudie
Penghuni 60
Tukang Pamer
Zone
Aul howler
Cacing
Nuellubis
Den Bagas
Cerita Tugu
dedi
sendal Jepit

Tugas Tag ini saya niatkan untuk berbagi pengalaman. jika berkenan untuk dibagi, maka saya rasa itu baik. namun, saya tidak memaksa. beside, saya benar-benar ingin tau perasa'an seorang pria yang takut untuk "nembak" cewek karena takut ditolak. Dan akhirnya kita akan berkata bahwa Dunia cowok tidak kalah menariknya dengan Dunia cewek. :D
Enjoy it!

Note: Buat follower (wanita) KoskakiUngu, kalian juga boleh buat postingan waktu di tembak cowok, tapi isi postingannya waktu kalian nolak tembakan mereka. hohoho, *duuh, ngomongin tembak-menembak, kayak lagi main pointblank saja* :x

~Sampulo Hal tentang Nakke~

on Senin, Juni 20, 2011

 Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, saya menunaikan kewajiban ini. :)


>> Diumur saya yang terbilang remaja “matang” ini, kayaknya kurang afdol jika tidak menonton pilem kartun. Saya sangat menyukai pilem kartun bakabon(benar2 baka), tapi sekarang pilem kartun itu sudah nggak ada lagi dan saya tidak begitu menyukai naruto (kurang ngartun soalnya) :p
>> Saya sangat ingin mempelajari bahasa isyarat(yang khusus digunakan untuk tuna wicara) :)
>> Saya suka sejarah. Mengetahui sejarah dari “sesuatu” sangatlah menyenangkan. Sejarah  bisa mengungkapkan kebenaran sejati. Sayangnya, saat ini yang berkuasalah yang memegang sejarah. (masi ada yang percaya kalau nenek moyang manusia itu kera atau ikan?) :x
>> Saya sangat menyukai kecap. Kalau ada kecap, semua makanan bisa saya tambahkan pake kecap. Mie goreng pun yang saya beli di belanda biasanya saya tambahin kecap. Hidup kecap! :D
>> Saya suka dengan bau baygon, ekspresi wajah saya kalau mencium bau baygon itu kayak anak-anak yang di iklan masakan, kalau mamanya lagi masak enak trus tiba-tiba mereka mencium bau masakan mamanya. (sudah bisa membayangkan?) :o
>> Saya ngoleksi uang koin dari berbagai negara. Itu cukup memotivasi saya untuk berkeliling dunia demi mengumpulkan kepingan-kepingan itu. 
>> Saya punya buku “great schedule”, didalamnya tertulis banyak rencana-rencana yang sebagian besar sudah terealisasi, tidak terealisasi dan belum terealisasi. intinya, saya punya buku seperti itu. :x
>> Saya suka ngeliatin orang ngecat/ngecet tembok atau pagar. :o
>> Saya cinta damai. Sayangnya damai nggak cinta sama saya. *maaf,curhat* :( 
>> Saya sangat ingin bertemu dengan Allah dan menatap lekat-lekat wajah-Nya. Amin! :D


Tugas tag-tag ini mengingatkan saya pada pilem pay it forward, walopun nggak mirip-mirip amat .
nyang pertama kali buat tugas mulia ini buat dibagi-bagiin gini, sapa sih? Saya cuman nebak aja, mungkin niatnya biar lebih “kenal” sama blogger-blogger yang lain, bukan hanya sekedar “tau”.
kalau menurut saya, sebenarnya sangat mudah untuk mengenali seseorang. Karena, secara garis besar seseorang  dalam kehidupannya akan disibukkan dengan 2 hal. Hal yang ia sukai dan hal yang tidak ia sukai. Namun, yang menjadi masalah adalah jenis manusianya. Ada yang introvert(tidak senang berbagi/tertutup) dan ada yang ekstrovert(senang berbagi/terbuka). Dalam hal ini, “berbagi” seputar kehidupannya dan dari 2 jenis manusia itu, saya menemukan lebih banyak manusia ekstrovert. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Yang terkadang, tanpa di minta pun, mereka akan bercerita dengan beringasnya. So, sadar atau tidak, di dunia blog sendiri, sebenarnya kita telah “mengenal” mereka(para blogger) dari postingan atau mungkin komentar yang mereka paparkan. Sehingga mungkin kita akan bergumam “oh, jadi dia(blogger) orangnya seperti ini toh…” dan bukan tidak mungkin, kita akan merekamnya ke dalam memori otak kita yang merubah status “tau” menjadi “kenal”. Yah, sebuah pengakuan memang sangatlah penting. Jadi kayaknya kurang sreg kalau tidak dituliskan langsung oleh “mereka” yang beruntung … :x

"sometimes we don't need a reason to love or hate something"


Itulah 10 hal tentang KoskakiUngu, semoga anda terhibur :D